Rabu, 13 Januari 2016

Otak Vs Hati


            Ketika pikiran dan perasaan bertolak belakang ?? apakah yang harus kita lakukan?, apakah kita memilih pikiran diotak kita ataukah hati yang berbicara. Menurut saya kita harus memilih hati yang berbicara karena hati itu tidak bisa bohong. Jika hati kita berkata “TIDAK” tapi mulut kita berkaya “IYA” maka keadaan hati dan pikiran sedang kacau. Tidak bisa memilih sesuatu yang mungkin harus dihadapinya.
            Tak ada salahnya kita menuruti apa yang ada dipikiran kita, tapi jika kita berfikir dengan otak kita dan bertanya kepada hati kecil kita untuk sesuatu yang sedang kita pikirkan dan akan kita lakukan/jalani, mungkin itu cara yang paling tepat. Apapun yang kita pikirkan jangan langsung kita lakukan, jangan hanya berfikir sesaat tanpa berfikir akibat apa yang akan terjadi setelah kita melakukan sesuatu.
            Diantara kedua pilihan itu, yang paling baik untuk lebih didengar yaitu hati yang berbicara. Karna hati adalah organ yang paling “PEKA” dari organ lainnya. Jika organ yang satu ini terluka maka sembuhnya sangatlah lama disbanding organ tubuh lainnya. Karna sulit menemukan obat yang cocok untuk penyembuhan. Bahkan jika sudah dapat obatya, kita akan sulit untuk mempercayainya dan terkadang masih sering terasa sakit.
            Entah itu disebut apa. Tapi pasti setiap sesuatu yang berhubungan dengan hati yang telah disakiti maka hati itu akan terasa sakit, atau bisa disebut nyeri sesaat.
            Lama waktu proses penyembuhan hati itu bisa berlangsung paling lama 1-2 tahun, tapi terkadang bisa diatasi hanya dengan beberapa bulan.
            Persatukan antara hati dan pikiran, jika kedua organ tersebut bisa bersatu untuk tetap saling pendapat yang tepat untuk setiap kejadian dan tidak selalu bentrok antara sesuatu itu, maka akan lebih baik kita berpendapat dan kemungkinan besar pilihan yang kita pilih melewati proses otak lalu kehati itu adalah hasil pemikiran yang luar biasa .
            Dan jangan lupa “SELALU BERFIKIRAN POSITIVE” apapun yang terjadi. Jika kita berfikiran positive, maka otak akan mengirimkan pemikiran positive itu ke seluruh tubuh dan membuat tubuh kita terhipnotis dengan sebuah pikiran positive itu. Kita akan lebih tenang dan damai menjalaninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar