Jumat, 18 Maret 2016

Seseorang



            Ada seseorang yang banyak memberi kekuatan pada kita, tetapi orang itu juga menjadi salah satunya kelemahan kita. Aku merasa bahagia melihatnya tersenyum dan tertawa, sekaligus sedih menyadari orang yang membuatnya seperti itu  bukanlah diriku. Namun apa daya, aku tak bisa melakukannya, karna dia bukan milikku.
            Harus kuakui, kamu adalah sumber kekuatan sekaligus kelemahanku.
            Walau seperti itu aku turut bahagia, walau hati terluka. Harus kuakui dia adalah sosok yang sangat humoris, pandai mengungkapkan kata-kata, pandai membuat orang lain tertawa, dan yang paling tak bisa kulupakan darinya yaitu dia murah senyum dan selalu membuat orang yang ada disekitarnya merasa nyaman berada didekatnya.
            Kau begitu dekat tapi begitu jauh….! Mungkin itu kata-kata yang melambangkan kita. Walaupun kau sungguh dekat, kau berada disekitarku, tapi pada kenyataannya kau begitu jauh disana. Tak bisa kuraih, tak bisa kugapai dan tak bisa kumiliki.
            Tapi bagaimanapun juga kita pernah tertawa bersama, bahagia bersama, walau pada akhirnya tak bersama sama saling bahagia. Terima kasih telah hadir dalam perjalanan hidupku dimasa-masa putih abu-abu.
Kau adalah salah satu kenangan terindahku semasa SMK, dan tak akan kulupakan sampai kapanpun. Walau pada akhirnya begitu pahit lebih pahit dari kopi hitam. Tapi tetap akan kuingat, akan kukenang, dan tak akan pernah kulupakan.
Seandainya waktu bisa kuulang, pasti aku tak akan melakukan hal ceroboh yang bisa membuat persahabatan kita “PECAH”, mungkin hanya kata maaf yang hanya bisa kuucapkan, dan rasa menyesalan yang terjadi pada akhirnya. Maaf …..maaf ….. maaf, tapi pada kenyataannya waktu tak bisa kuulang, dan terus berjalan, berjalan hingga kejadiaan itu menjadi kenangan yang mungkin akan kau lupakan tapi menurutku kenangan itu tak akan bisa kulupakan. Karna kau selalu bisa membuatku nyaman dan bahagia jika berada didekatmu.
Terima kasih #10, meskipun aku tak bisa menuliskan namamu dalam tulisanku ini, sekali lagi terima kasih #10. Aku memanggilmu “10”, karna itu adalah bulan kelahiranmu. Jika kau membaca tulisanku ini, tolong maafkan aku, dan kita bisa mengulang semua itu lagi. Mengulang dimana kita tertawa bersama, jika berpapasan kita bisa tersenyum. Dan akan kuhapus semua rasa yang pernah aku rasakan terhadapmu. Aku janji.
Tapi apakah mungkin kita bisa saling ngobrol dan saling menghibur satu sama lain, layaknya seperti sahabat yang selalu ada disaat senang dan sedih. Mungkin aku hanya bisa berharap semua itu akan kembali terulang, meskipun kenyataannya hanya 48% dari 100%.
Jadi kesimpulannya, jika kita akan berbuat sesuatu pikirkan terlebih dahulu sebelum kau melakukannya. Jika tidak kau akan menyesal dikemudian hari. Seperti yang aku alami saat ini !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar